
Pendahuluan: Siapa itu acquirer?
Acquirer bisa berupa lembaga keuangan yang diatur, seperti bank, atau perusahaan pembayaran berlisensi, seperti acquirer pihak ketiga yang berspesialisasi dalam perbankan UKM (contohnya, Square, Geidea, dan Nami). Dalam kedua kasus tersebut, entitas harus memiliki lisensi regulasi yang sesuai untuk dapat beroperasi sebagai acquirer.
Untuk menjadi acquirer, sebuah lembaga harus terlebih dahulu mendapatkan lisensi regulasi yang diperlukan. Setelah berlisensi, langkah krusial berikutnya adalah menjadi anggota utama (principal member) pada skema kartu (seperti mada, Visa, atau Mastercard) yang ingin mereka gunakan untuk menerbitkan perangkat pembayaran. Skema-skema ini masing-masing memiliki kriteria keanggotaan sendiri, yang juga bisa berbeda antarnegara, tergantung pada regulator keuangan di yurisdiksi tersebut. Keanggotaan utama sangat penting bagi acquirer untuk mendapatkan Bank Identifier Number (BIN). Tanpa BIN, acquirer tidak dapat menerbitkan perangkat penerimaan pembayaran kepada merchant. Namun, lembaga yang memiliki BIN dapat mensponsori lembaga lain (seperti operator agregator) yang tidak memilikinya, sehingga memfasilitasi penerbitan perangkat pembayaran sebagai "BIN Sponsor" mereka.
Setelah memperoleh lisensi dan keanggotaan yang diperlukan, acquirer menghadapi tantangan dalam menyiapkan teknologi dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk pemrosesan pembayaran. Di sinilah peran prosesor acquirer berperan. Prosesor acquirer menyediakan tulang punggung teknologi, kepatuhan, dan keamanan yang diperlukan untuk memproses pembayaran. Acquirer dapat membangun infrastruktur ini sendiri atau mengalihdayakannya ke prosesor acquirer pihak ketiga. Prosesor ini menavigasi lanskap pembayaran yang menangani pergerakan uang, termasuk manajemen terminal atau merchant, serta pemrosesan dan perutean transaksi atas nama acquirer yang bekerja sama dengan mereka.
Apa yang dilakukan acquirer?
Acquirer memfasilitasi kemampuan merchant untuk menerima pembayaran.
Sebagai permulaan, ketika acquirer menerima merchant sebagai klien, mereka akan membuka akun atas nama merchant tersebut dan menerbitkan perangkat pembayaran agar merchant dapat mulai menerima pembayaran dari konsumen.
Namun, kemampuan merchant untuk menerima pembayaran terbatas pada opsi yang disediakan oleh acquirer mereka. Sebagai permulaan, mereka hanya dapat menerima pembayaran yang dilakukan menggunakan instrumen yang diterbitkan di jaringan yang didukung oleh perangkat pembayaran mereka — terbatas pada konektivitas acquirer ke berbagai skema kartu. Sebagai contoh, jika acquirer hanya terhubung ke Visa, maka merchant hanya akan dapat menerima pembayaran dari konsumen yang menggunakan kartu yang diterbitkan di jaringan Visa.
Perlu dicatat bahwa agregator dapat menggunakan beberapa saluran akuisisi, sehingga memberikan kemampuan kepada merchant untuk menerima berbagai metode transaksi.
Meskipun demikian, selain memfasilitasi penerimaan pembayaran atas nama merchant, acquirer juga menyelesaikan pembayaran ini dengan skema kartu untuk menerima dana dari pembayar.
Apa itu pemrosesan akuisisi?
Di balik semua yang dilakukan acquirer terdapat infrastruktur teknologi kompleks yang memfasilitasi penerimaan pembayaran di sisi merchant. Sistem ini disebut sebagai pemrosesan acquirer, dan sistem ini bertanggung jawab atas hal-hal berikut:
1. Otorisasi: Saat pelanggan menggunakan kartu untuk melakukan pembelian, sistem pemrosesan acquirer akan memeriksa dengan penerbit kartu untuk memastikan bahwa kartu tersebut valid dan dananya tersedia. Proses ini memastikan bahwa transaksi disetujui secara real-time, sehingga meminimalkan risiko penipuan dan chargeback.
2. Kliring: Setelah otorisasi, kliring melibatkan transmisi detail transaksi dari merchant ke penerbit kartu terkait melalui jaringan kartu (seperti mada, Visa, atau MasterCard). Langkah ini sangat penting untuk menyiapkan transaksi sebelum penyelesaian (settlement).
3. Penyelesaian (Settlement): Proses ini melibatkan transfer dana aktual dari bank penerbit ke bank pengakuisisi. Penyelesaian memastikan pedagang menerima pembayaran atas transaksi yang diproses, biasanya dalam beberapa hari.
4. Rekonsiliasi: Sistem pemrosesan pengakuisisi membantu mencocokkan jumlah transaksi yang diproses dengan jumlah yang diselesaikan. Hal ini sangat penting untuk menjaga catatan keuangan yang akurat dan memastikan pedagang dibayar dengan jumlah yang tepat.
5. Manajemen Sengketa: Setiap kali terjadi penarikan kembali (chargeback) atau sengketa, sistem pemrosesan pengakuisisi mengelola komunikasi antara semua pihak yang terlibat, termasuk pedagang, penerbit kartu, dan jaringan kartu. Sistem ini membantu menyelesaikan sengketa dan memproses pengembalian dana jika diperlukan.
Konektivitas dengan skema kartu
Sistem pemrosesan pengakuisisi memerlukan konektivitas yang kuat dengan skema kartu untuk memfasilitasi pemrosesan pembayaran yang efisien, seperti yang dijelaskan di atas. Konektivitas ini mencakup:
Memproses dan Menerima Pembayaran: Kemampuan untuk memproses transaksi menggunakan kartu dari jaringan utama seperti mada, Visa, MasterCard, dll., adalah hal yang mendasar. Ini memastikan bahwa pedagang dapat menerima pembayaran dari berbagai pelanggan.
Rekonsiliasi dengan Skema Kartu: Rekonsiliasi rutin dengan skema kartu memastikan bahwa transaksi yang dicatat oleh pengakuisisi cocok dengan yang dicatat oleh jaringan kartu, sehingga mencegah ketidaksesuaian dalam catatan keuangan.
Memastikan Berbagi File Pembayaran: Berbagi file transaksi terperinci dengan skema kartu sangat penting untuk pencatatan yang akurat dan penyelesaian sengketa.
Opsi bagi pengakuisisi untuk mulai melakukan pemrosesan akuisisi
Pengakuisisi memiliki beberapa opsi dalam menyiapkan kapabilitas pemrosesan akuisisi mereka. Perlu dicatat bahwa pemrosesan akuisisi tidak memerlukan lisensi dari regulator keuangan, sedangkan menyediakan layanan keuangan sebagai pengakuisisi memerlukan lisensi akuisisi khusus.
A. Membangun tumpukan teknologi secara internal
Opsi A.1.: Pengakuisisi dapat memilih untuk membeli perangkat lunak berlisensi dari perusahaan seperti FIS dan menangani pemrosesan secara internal. Hal ini memerlukan koneksi langsung dengan skema kartu, dan pengakuisisi harus menjadi anggota utama skema kartu untuk mendapatkan BIN akuisisi, seperti yang disebutkan sebelumnya dalam artikel ini.
Opsi A.2.: Membangun tumpukan teknologi dari nol dan melakukan pemrosesan internal adalah jalur lainnya. Opsi ini memerlukan investasi yang signifikan dalam teknologi, kepatuhan, dan keamanan. Meskipun menawarkan tingkat kontrol dan kustomisasi tertinggi, opsi ini juga disertai dengan risiko dan biaya terbesar.
B. Alih daya komponen tumpukan teknologi
Opsi B.1. (Hanya teknologi): Pihak pengakuisisi dapat bermitra dengan pemroses akuisisi khusus seperti Wirecard untuk menangani aspek teknis pemrosesan akuisisi. Pendekatan ini memungkinkan pihak pengakuisisi untuk memanfaatkan keahlian dan infrastruktur dari pemroses yang sudah mapan, sehingga menghasilkan efisiensi biaya, waktu pemasaran yang lebih cepat, dan skalabilitas. Dengan mengalihdayakan teknologi, pihak pengakuisisi dapat fokus pada bisnis inti mereka, sekaligus memitigasi risiko yang terkait dengan teknologi dan kepatuhan.
Opsi B.2. (Teknologi + Operasional): Opsi lainnya adalah bekerja sama dengan agregator pembayaran, yang bisa berupa pemroses akuisisi mereka sendiri atau mengandalkan pihak ketiga seperti Network International. Dalam skenario ini, pihak pengakuisisi berkolaborasi dengan pihak ketiga yang mendistribusikan perangkat pembayaran kepada pedagang di bawah akun gabungan dengan pihak pengakuisisi. Pihak pengakuisisi bertanggung jawab untuk melakukan penyelesaian dengan skema kartu, mengumpulkan uang, mengagregasi jumlah, dan memastikan akun pedagang dikreditkan sesuai dengan periode penyelesaian (misalnya, harian atau mingguan). Pihak ketiga menangani proses orientasi pelanggan, termasuk proses KYC.
Mengapa pihak pengakuisisi perlu mengalihdayakan pemrosesan akuisisi?
Ada beberapa alasan mengapa pihak pengakuisisi ingin mengalihdayakan pemrosesan akuisisi alih-alih membangun kapabilitas mereka sendiri secara internal:
Keahlian dan Spesialisasi: Pemroses akuisisi adalah ahli dalam teknologi pemrosesan pembayaran. Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman mendalam dalam membangun dan memelihara infrastruktur kompleks yang diperlukan untuk pemrosesan pembayaran. Dengan bermitra dengan pemroses akuisisi, pihak pengakuisisi dapat memanfaatkan keahlian khusus ini tanpa perlu mengembangkan dan mengelola sistem tersebut secara internal.
Efisiensi Biaya: Membangun dan memelihara teknologi pemrosesan pembayaran bisa menjadi upaya yang memakan banyak sumber daya. Pemroses akuisisi telah berinvestasi dalam infrastruktur yang diperlukan, sehingga memungkinkan pihak pengakuisisi untuk menghindari biaya besar yang terkait dengan pengembangan dan pemeliharaan sistem pemrosesan pembayaran mereka sendiri.
Kecepatan ke Pasar: Pemroses akuisisi menawarkan solusi siap pakai yang dapat diintegrasikan dengan cepat oleh pihak pengakuisisi ke dalam operasional mereka. Ketangkasan ini memungkinkan pihak pengakuisisi untuk memasuki pasar lebih cepat dan tetap kompetitif.
Skalabilitas: Bisnis terus berkembang dan tumbuh, yang menyebabkan perubahan kebutuhan pemrosesan pembayaran. Pemroses akuisisi menyediakan solusi terukur yang dapat beradaptasi dengan kebutuhan pihak pengakuisisi yang terus berubah. Skalabilitas ini memastikan bahwa pihak pengakuisisi dapat mengakomodasi peningkatan volume transaksi tanpa gangguan.
Mitigasi Risiko: Pemrosesan pembayaran membawa risiko bawaan, termasuk penipuan dan pelanggaran keamanan. Pemroses akuisisi berinvestasi dalam langkah-langkah keamanan yang kuat dan protokol manajemen risiko untuk melindungi transaksi serta data pelanggan yang sensitif. Dengan berkolaborasi dengan pemroses akuisisi yang mapan, pihak pengakuisisi dapat memperoleh manfaat dari strategi mitigasi risiko ini.
Singkatnya, pemroses akuisisi berfungsi sebagai mitra yang sangat berharga bagi pihak pengakuisisi, yang memungkinkan mereka untuk fokus pada bisnis inti dalam melayani pedagang dan memberikan pengalaman pembayaran yang lancar kepada pelanggan.